Fenomena seperti ini adalah segala sesuatu yang menampakkan
diri. Dalam praktik hidup sehari-hari, tidak memperhatikan penampakkan itu, apa
yang dilihat secara spontan sudah cukup meyakinkan bahwa objek yang dilihat itu
adalah real atau nyata. Kita telah meyakininya sebagai realitas diluar. Akan
tetapi, karena yang dituju oleh fenomenologi adalah realitas dalam arti yang
ada diluar dirinya, dan ini hanya dapat dicapai dengan “mengalami” secara
intuitif, apa yang dianggap sebagai realitas dalam pandangan biasa itu, utuk
sementara harus ditinggalkan atau dibuat dalam kurung. Segala subyektifitas
disingkirkan.
Termasuk di dalam hal ini teori, kebiasaan, dan
pandangan yang telah membentuk pikiran memandang sesuatu (fenomena). Sehingga
yang timbul di dalam kesadaran adalah fenomena itu sendiri. Oleh karena itu,
reduksi ini disebut reduksi fenomenologi yang pertama merupakan pembersih diri
dari segala subyektifitas yang dapat mengganggu perjalanan mencapai realitas.
Komentar
Posting Komentar