Langsung ke konten utama

Reduksi Fenomenologi


Fenomena seperti ini adalah segala sesuatu yang menampakkan diri. Dalam praktik hidup sehari-hari, tidak memperhatikan penampakkan itu, apa yang dilihat secara spontan sudah cukup meyakinkan bahwa objek yang dilihat itu adalah real atau nyata. Kita telah meyakininya sebagai realitas diluar. Akan tetapi, karena yang dituju oleh fenomenologi adalah realitas dalam arti yang ada diluar dirinya, dan ini hanya dapat dicapai dengan “mengalami” secara intuitif, apa yang dianggap sebagai realitas dalam pandangan biasa itu, utuk sementara harus ditinggalkan atau dibuat dalam kurung. Segala subyektifitas disingkirkan.
Termasuk di dalam hal ini teori, kebiasaan, dan pandangan yang telah membentuk pikiran memandang sesuatu (fenomena). Sehingga yang timbul di dalam kesadaran adalah fenomena itu sendiri. Oleh karena itu, reduksi ini disebut reduksi fenomenologi yang pertama merupakan pembersih diri dari segala subyektifitas yang dapat mengganggu perjalanan mencapai realitas.

Komentar