Fenomena seperti ini adalah segala sesuatu yang menampakkan
diri. Dalam praktik hidup sehari-hari, tidak memperhatikan penampakkan itu, apa
yang dilihat secara spontan sudah cukup meyakinkan bahwa objek yang dilihat itu
adalah real atau nyata. Kita telah meyakininya sebagai realitas diluar. Akan
tetapi, karena yang dituju oleh fenomenologi adalah realitas dalam arti yang
ada diluar dirinya, dan ini hanya dapat dicapai dengan “mengalami” secara
intuitif, apa yang dianggap sebagai realitas dalam pandangan biasa itu, utuk
sementara harus ditinggalkan atau dibuat dalam kurung. Segala subyektifitas
disingkirkan.
Termasuk di dalam hal ini teori, kebiasaan, dan
pandangan yang telah membentuk pikiran memandang sesuatu (fenomena). Sehingga
yang timbul di dalam kesadaran adalah fenomena itu sendiri. Oleh karena itu,
reduksi ini disebut reduksi fenomenologi yang pertama merupakan pembersih diri
dari segala subyektifitas yang dapat mengganggu perjalanan mencapai realitas.
Aliran Realisme adalah aliran filsafat yang memandang realitas sebagai dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani . Hal ini berbeda dengan filsafat aliran idealisme yang bersifat monistis yang memandang hakikat dunia pada dunia spiritual semata. Dan juga berbeda dari aliran materialisme yang memandang hakikat kenyataan adalah kenyatan yang bersifat fisik semata. A. Pendahuluan Realisme membagi realistas menjadi dua bagian yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan yang kedua adanya realita di luar manusia yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Kneller (1971) membagi Realisme menjadi dua bentuk, yaitu yaitu rational realism ( Realisme R asional ) dan Natural realism (Realisme N aturalis ) . Menurut aliran realisme, p endidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai yang abadi. B. Implikas...
Komentar
Posting Komentar