Langsung ke konten utama

Filsafat Sosiologi


Social Paradigms and social reality

sociological paradigms 

 Di dunia sosiologi,terdapat sebuah paradigma pemikiran akan berbagai sudut pandang saat kita mengkaji sisi kehidupan yang ada di realitas. Disini,pemikiran kita diuji dan dihadapkan dengan banyak hal dan dimensi dimana hal-hal yang ada tersebut merupakan misteri-misteri sosial yang harus dipecahkan dan dihadapi. Tidak dapat dipungkiri lagi jika sosiologi memiliki cakupan yang luas,bahwasannya ilmu sosiologi dapat dikaji dari berbagai perspektif dan sudut pandang. angle kehidupan yang begitu menarik di setiap sudutnya harusnya tidak kita lewatkan begitu saja. 

 so.. 

ilmu pengetahuan,sebenarnya terbagi menjadi 2,yaitu : 

1.      ilmu pengetahuan yang bersifat narrative. Ilmu pengetahuan yang bersifat narrative,didalamnya cenderung mengacu pada hal-hal yang masih berbau tradisional,masih lekat dengan mitos maupun legenda tentang bagaimana kita mengkaji sebuah permasalahan dan keberadaan suatu hal. contohnya saja,kita seringkali menggunakan kepercayaan-kepercayaan kuno,seperti misalnya saat kita mengkaji keberadaan Ratu Pantai Selatan ( Nyai Roro Kidul ), salah satu cntoh disini merupakan narrative knowledge atau pengetahuan yang di narasikan. 

2. scientific. ilmu pengetahuan yang didasarkan pada keadaan ilmiah yang telah nyata dan diuji kebenarannya melalui penelitian.

 scientific measurement of social phenomena,dimensi dimana sosiologi memiliki dimensi yang beragam di realitas,dengan kata lain sosiologi ilmu berparadigma ganda. 

untuk mengukur kebenaran,paradigma sosiologi , kita dapat menganalisis kebenarannya melalui 4 kuadran, yaitu : 

kuadran pertama,disebut Macro Objectif,dimana dalam Macro Objectif ( MaOb ) mencakup ; Law, society , birocrachy , architecs , dan technology . Macro Objectif adalah suatu hal yang tidak terlihat namun memiliki pengaruh yang besar bagi pondasi sosial yang ada, dan ditaati oleh semua lapisan masyarakat.

kuadran kedua disebut Macro Subjectif , adalah suatu hal yang besar dan tidak terlihat dan berpengaruh terhadap behaviour atau perilaku masyarakat. Dimana dalam Macro Subjectif meliputi ; norms , value , dan culture .

kuadran ketiga,disebut dengan Micro Objectif , yaitu hal yang kecil namun nampak di realitas sosial,misalnya: social act, interaction dan perilaku manusia lainnya. 

kuadran keempat dinamakan Micro Subjectif, berupa social construction of reality. Dimana di kuadran keempat,merupakan bagian kecil yang tidak nampak namun bisa menjadi suatu pondasi dalam membangun aktifitas sosial seperti halnya rekonstruksi sosial ... 


:: jadi dalam paradigma sosial, merupakan hal yang menarik untuk dikaji dan dijelajahi, karena dunia sosial sangat luas dan menantang untuk dijejaki .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aliran Realisme Dalam Filsafat Pendidikan

Aliran Realisme adalah aliran filsafat yang memandang  realitas sebagai dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani . Hal ini berbeda dengan filsafat aliran idealisme yang bersifat monistis yang memandang hakikat dunia pada dunia spiritual semata. Dan juga berbeda dari aliran materialisme yang memandang hakikat kenyataan adalah kenyatan yang bersifat fisik semata. A.     Pendahuluan Realisme membagi realistas menjadi dua bagian yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan yang kedua adanya realita di luar manusia yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Kneller (1971) membagi Realisme menjadi dua bentuk, yaitu yaitu rational realism ( Realisme R asional ) dan Natural realism (Realisme N aturalis ) . Menurut aliran realisme, p endidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai yang abadi.  B.    Implikas...

Objek Filsafat Islam

Telah disebutkan bahwa objek filsafat adalah menelaah hakikat tentang Tuhan, tentang manusia dan tentang segala realitas yang nampak di hadapan manusia. Ada beberapa persoalan yang biasa dikedepankan dalam mencari objek filsafat meskipun akhirnya tidak akan lepas dari ketiga hal itu, yaitu: 1. Dari apakah benda-benda dapat berubah menjadi lainnya, seperti perubahan oksigen dan hidrogen menjadi air? 2.  Apakah jaman itu yang menjadi ukuran gerakan dan ukuran wujud semua perkara? 3.   Apakah bedanya makhluk hidup dengan makhluk yang tidak hidup? 4.   Apakah ciri-ciri khas makhluk hidup itu? 5.   Apa jiwa itu? Jika jiwa itu ada, apakah jiwa manusia itu abadi atau musnah? 6.   Dan masih ada lagi pertanyaan-pertanyaan lain. Persoalan-persoalan tersebut membentuk ilmu fisika dan dari sini kita meningkat kepada ilmu yang lebih umum ialah ilmu metafisika, yang membahas tentang wujud pada umumnya, tentang sebab wujud, tentang sifat zat yang mengadakan...

Filsafat Pancasila versi Soeharto

Oleh Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi. Melalui filsuf-filsuf yang disponsori Depdikbud, semua elemen Barat disingkirkan dan diganti interpretasinya dalam budaya Indonesia, sehingga menghasilkan “Pancasila truly Indonesia”. Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan Pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Filsuf Indonesia yang bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila adalah truly Indonesia antara lain Sunoto, R. Parmono, Gerson W. Bawengan, Wasito Poespoprodjo, Burhanuddin Salam, Bambang Daroeso, Paulus Wahana, Azhary, Suhadi, Kaelan, Moertono, Soerjanto Poespowardojo, dan Moerdiono. Berdasarkan penjelasan diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indon...